Pembahasan Direktorat Jendral (Ditjen) yang Masih Membahas Penerima dan Penyetor Pajak E-Commerce

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tengah membuat ketentuan pajak untuk usaha jual beli on-line (e-commerce). Ketentuan itu juga akan terbit berbentuk Ketentuan Menteri Keuangan (PMK) yang ditargetkan rampung kurun waktu dekat.

Pembahasan Direktorat Jendral (Ditjen) yang Masih Membahas Penerima dan Penyetor Pajak E-Commerce

Direktur Ketentuan Perpajakan Ditjen Pajak Arif Yanuar menyebutkan, diskusi di tataran Kementerian Keuangan hingga sekarang ini yang masih tetap jadi kajian adalah siapa pihak yang memungut serta siapa pihak yang menyetor.

“Apakah pihak market place atau penerima pembayaran? Masih tetap jadi kajian kami, ” tuturnya pada Kontan. co. id, Selasa (10/10).

Ia meneruskan, yang disebut penerima pembayaran ini adalah penyedia jasa kurir. “Itu satu diantara alternatif yang tengah dibicarakan (jasa kurir), ” katanya.

Akan tetapi, hal semacam ini nyatanya belum juga dikomunikasikan pada aktor usaha. Direktur Paling utama JNE Muhammad Feriadi menyebutkan, pihak Ditjen Pajak sendiri memanglah belum juga mengajak bicara masalah ini, “Belum sempat (ajak bicara), ” katanya pada KONTAN, Selasa.

Ia menyebutkan, yang sampai kini dipahami oleh aktor usaha jasa kurir adalah PPN untuk jasa kurir yang tarifnya sebesar 1%. Nah, jika pihak kurir mesti memungut PPN untuk barang yang dibeli dengan on-line, ia mempertanyakan dari bagian mana pajak mesti di ambil.

“Kalau kami jadi penyedia jasa mesti memungut PPN untuk pembelian on-line, itu tujuannya dari pihak penjual atau konsumen? ” ucapnya. Akan tetapi, Feriadi mengakui juga akan menelusuri lebih jauh masalah pajak untuk bidang e-commerce ini.

Terlebih dulu, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi katakan, akan tidak ada objek baru dalam ketentuan anyar itu nanti. Menurutnya, PMK itu juga akan mengatur lebih pada tata langkah pemungutan atau pembayaran pajaknya hingga tak ada subyek serta objek pajak baru.

Sekarang ini pebisnis jual beli on-line sendiri dipakai Pajak Pendapatan (PPh) serta Pajak Bertambahnya Nilai (PPN) atas barang yang di jual. Tarif PPN sendiri adalah sebesar 10%.

Ken mengungkap, dalam tata langkah pungutan PPN, Ditjen Pajak juga akan melibatkan pihak ke-3, seperti toko on-line yang sudah dilengkapi dengan adanya cek resi jne tersebut hingga jasa kurir.

” Kita membuat pemungut saja. Umpamanya jualan lewat basis A, jadi yang miliki basis ini yang potong pajaknya. Kelak ditunjuk jadi pemotong, sederhana kan, ” tuturnya. Itu bermakna, apabila Anda berjualan umpamanya lewat Lazada, Tokopedia, atau Blibli. com, jadi pihak tersebut yang juga akan memungut pajak Anda.

Nah, hal ini dapat juga dikerjakan oleh perusahaan jasa kurir, ” Bila kontan on delivery (COD), yang nganterin (jasa kurir) yang motong pajak. Jasa kurir kan gunakan basis juga, ” tuturnya.

Ken mengakui juga telah berjumpa dengan aktor e-commerce masalah kebijakan ini. Menurut Ken, keinginan entrepreneur adalah tata langkah pembayaran pajak yang simpel.

Mereka minta sesederhana mungkin saja, tidak merepotkan, ” katanya.

Kerennya Alibaba bakal jual mobil lewat vending machine

Vending machine biasanya cuma jual product enteng, seperti makanan, minuman, atau rokok. Tetapi raksasa e-Commerce asal Tiongkok, Alibaba, merencanakan untuk tawarkan mobil dengan memakai vending machine.

Diambil dari Telegraph, Sabtu (12/8/2017) Alibaba juga akan memakai aplikasi di smartphone untuk lakukan transaksi. Jadi, calon konsumen bisa pilih mobil yang juga akan dibeli. Kemudian, mobil juga akan di keluarkan dari menara yang di desain spesial.

Genera Manager Divisi Otomotif Alibaba, Yu Wei, menjelaskan service baru ini adalah masa baru dalam bagian penjualan mobil. Dengan cara penjualan begini, customer bisa beli mobil semudah beli minuman kaleng.

Hadirnya ini mesin penjual automatis ini diperkirakan bisa kurangi pengeluaran perusahaan untuk karyawan serta gudang. Terutama, langkah unik ini diinginkan bisa menarik kelas menengah di Tiongkok yang dilaporkan sudah bertambah permintaannya.

Nanti, mesin penjualan ini juga akan tersambung dengan system on-line yang diisi info sekitar pembiayaan serta posisi credit calon konsumen. Dengan langkah tersebut, Alibaba bisa berikan credit untuk calon konsumen yang mempunyai rating bagus.

Jadi info, ini bukanlah pertama kali rencana vending machine diaplikasikan dalam penjualan mobil. Rencana sama terlebih dulu telah dikerjakan oleh Autobahn, penjual mobil sisa di Singapura.

Terkecuali di Singapura, perusahaan asal Amerika Serikat Carvana juga jual mobil dengan rencana vending machine. Perusahaan itu buka mesin penjual automatis itu pada Maret 2017 di bangunan berlantai 8 yang dapat menyimpan 30 mobil.